SMK NEGERI 4 JEMBER TURUT BERPARTISIPASI DALAM PELATIHAN FASILITATOR NASIONAL ROOTS

(Kepala SMK Negeri 4 Jember telah diminta (indent) Untuk Mengisi dan Menjadi Fasilitator Di beberapa SMK PK Di berbagai Provinsi di Indonesia)

 

Jember - Senin (19/07) kegiatan pelatihan fasilitator nasional Roots baru saja selesai. Dimana SMK Negeri 4 Jember mengirimkan 3 peserta yakni Drs. MOHAMAD GHOZALI, M.M.Pd. sebagai pengurus MKKS SMK Negeri Provinsi Jawa Timur, ABDUL MUIS, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua MGBK SMK Provinsi Jawa Timur, dan MARGIYANTO, S.Pd., M.P. sebagai Tim SMK Pusat Keunggulan. Dalam acara yang berlangsung selama 5 hari tersebut, acara dibagi dalam dua tahap. Yakni tahap satu dimulai pada hari Rabu s/d Jumat, 14 s/d 16 Juli 2021 dan tahap dua dimulai pada hari Sabtu s/d Senin, 17 s/d 19 Juli 2021. Acara yang dilaksanakan menggunakan platform Zoom Meeting tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta training mengenai program pencegahan perundungan di sekolah.

Dalam pelatihan berskala nasional tersebut, para peserta mendapatkan materi langsung dari beberapa narasumber. Diantaranya adalah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA), Staf Khusus Mendikbudristek, UNICEF, Yayasan PLATO, Yayasan Setara dan LPA Klaten. Salah satu peserta pelatihan yakni Drs. MOHAMAD GHOZALI, M.M.Pd. sebagai pengurus MKKS SMK Negeri Provinsi Jawa Timur, memiliki rencana tindak lanjut sebagai berikut: pertama-tama adalah akan mengimplementasikan program Roots di sekolah sebagai SMK Pusat Keunggulan, kedua melakukan sharing community dengan sesama peserta pelatihan untuk mengikuti perkembangan program penanggulangan perundungan, yang ketiga adalah pengimbasan program Roots ke 5 sekolah aliansi/ sekolah imbas, dan yang terakhir berupaya untuk memenuhi permintaan (indent) untuk menjadi fasilitator program Roots di beberapa SMK baik di Jawa maupun diluar pulau Jawa. Selain itu, Bapak Ghozali (sapaan akrabnya) sebagai Kepala SMK Negeri 4 Jember sekaligus peserta pelatihan sudah mendapatkan tawaran untuk menjadi fasilitator di beberapa provinsi di Indonesia.

Adapun untuk peserta training Roots merupakan 200 orang terpilih yang memiliki kualifikasi usia minimal 25 tahun, melek teknologi (menguasai komunikasi digital), memiliki komitmen waktu, memiliki pengalaman sebagai fasilitator (diutamakan pernah mendampingi dan melakukan edukasi kepada anak dan remaja), memiliki kemampuan berbicara di depan umum, memahami perspektif hak dan perlindungan anak, peserta training roots juga diutamakan berasal dari elemen pemerhati pendidikan, pemerhati anak, pengawas sekolah/guru/dosen, dan LSM/LPA.

Sedangkan untuk hasil yang diharapkan dari pelatihan fasilitator nasional Roots adalah terselenggaranya pelatihan bagi 200 fasilitator Roots dari 6 provinsi secara daring, tersampaikannya 15 modul Roots, dan meningkatnya pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta training terhadap isu perundungan dan pencegahannya. Sebenarnya, pelatihan tersebut terlaksana bukan tanpa sebab. Beragam bentuk perundungan telah dialami anak Indonesia, baik secara verbal, fisik, psikologis, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok. Ahli klinis dan peneliti telah memahami bahwa perundungan adalah ancaman serius bagi anak yang sehat dan berpotensi mengakibatkan kekerasan fisik. Dimana Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima setidaknya 37.381 laporan perundungan dalam kurun waktu 2011 hingga 2019. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.473 kasus disinyalir terjadi di dunia pendidikan.

Dari latar belakang tersebut, lahir lah terobosan program anti perundungan di sekolah dikenal sebagai “ROOTS” telah hadir di Indonesia dengan dukungan UNICEF. Model intervensi anti perundungan yang berbasis bukti ini telah berhasil menurunkan hingga 29,6% angka perundungan di sekolah tingkat SMP yang dijalankan di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Program Roots berfokus pada membangun iklim positif sekolah melalui kegiatan yang dipimpin oleh siswa dalam perannya sebagai agen perubahan. Tahun 2021, wilayah jangkauan program Roots untuk wilayah Jawa meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Berbagai data dan bukti menunjukkan bahwa pencegahan perundungan dapat bekerja secara efektif jika dilakukan di tingkat sekolah. Pedoman WHO (2020) terkait pencegahan kekerasan di sekolah menekankan pentingnya pendekatan seluruh komponen sekolah (whole school approach) dalam pencegahan kekerasan, dengan melibatkan siswa, guru dan tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat. Mereka semua adalah sistem pendukung untuk mencegah dan menanggulangi perundungan di sekolah.

Maka untuk mendukung program Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam pencegahan perundungan di sekolah, Yayasan PLATO dengan didukung oleh UNICEF akan melakukan pelatihan bagi calon Fasilitator Nasional Roots sebagai kepanjangan tangan dan ujung tombak bagi program pencegahan perundungan di tingkat sekolah level SMP dan SMA/K di Jawa. (Aty)

Referensi:
TOR Pelatihan Fasilitator ROOTS. 2001. Kemitraan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi - Yayasan PLATO - UNICEF

SMK Negeri 4 Jember Menyelenggarakan Workshop Impl...
02 Agu 2021 06:09 - AdministratorSMK Negeri 4 Jember Menyelenggarakan Workshop Implementasi Pembelajaran Pada Program Sekolah Penggerak (SMK Pusat Keunggulan) Secara Daring

Jember – (30/07) SMK Negeri 4 Jember telah mengakhiri penyelenggaraan Workshop Implementasi Pembelajaran Pada Program Sekolah Penggerak (SMK Pusat Keunggulan), yang dilakukan secara daring selama 8 hari. Yakni dimulai pada Kamis 22 Juli 2021 hingga Jumat 30 Juli 2021. Kegiatan yang dilaksanakan  [ ... ]

Other Articles

Jumlah Pengunjung

90788
Hari iniHari ini141
KemarenKemaren288
Minggu inMinggu in383
Bulan iniBulan ini612
Total PengunjungTotal Pengunjung90788

Kontak Kami

SMK NEGERI 4 JEMBER

Telepon : 0331/487488

E-mail :

No., Jl. Kartini 1,  Jemberlor, Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68118,

INDONESIA